Anies Baswedan Siapkan Skenario Terburuk Hadapi Wabah COVID-19

  • Whatsapp

Gubernur Anies menyampaikan keterangan sesuai melakukan pertemuan dengan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya, di Balai Kota, Senin (23/03/2020). Foto: Bima Setiyadi/SINDOnews.

Rabu 25 Maret 2020 I Pukul 12.37 WIB

Bacaan Lainnya

Jakarta, IndoPos86 – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan skenario terburuk dari wabah virus Corona (COVID-19) di Jakarta ke Presiden Joko Widodo. Hal tersebut disampaikan Gubernur Anies dalam rapat kordinasi dengan Presiden Jokowi.

“Dalam kesempatan itu Gubernur Anies menyampaikan bahwa DKI Jakarta telah menyiapkan skenario jika kasus COVID-19 semakin meningkat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/03/2020), dikutip dari Metro.Tempo.Co.

Widyastuti mengungkapkan skenario yang telah disiapkan DKI mulai dengan penanggulangan ketika kasus COVID-19 berjumlah 500, 1.000, bahkan sampai dengan 8.000 orang terkonfirmasi positif Corona.

Widyastuti melanjutkan skenario yang disiapkan dibagi dalam 3 kelompok yang terindikasi positif.

Kelompok pertama yaitu pasien kondisi parah kritis sebesar 8%, kedua kelompok gejala berat sebesar 12%, dan ketiga kelompok dengan gejala ringan sebesar 80%.

Widyastuti menyebutkan dengan skenario pengkelompokan itu, perawatan intensif diutamakan untuk 20 persen pertama yaitu kelompok dengan kondisi kritis dan berat.

Sedangkan untuk 80 persen sisanya yaitu kelompok dengan gejala ringan bisa menggunakan fasilitas yang relatif minim termasuk ke wisma atlit atau RS lain.

“Tapi, yang 20 persen pertama akan membutuhkan fasilitas kesehatan lengkap ventilator, bantuan oksigen, peralatan medis yang intensif, ini levelnya ICU dan IGD untuk 20 persen pasien yang masuk,” paparnya.

Widyastuti mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Forkopimda, masyarakat, dan Pemerintah Pusat mengenai skenario penanganan COVID-19 di Jakarta.

“Pemprov DKI akan terus berkoordinasi dengan Pangdam, Kapolda, dan Satgas Nasional terutama terkait dengan pemanfaatan Wisma Atlet ketika ke depan berhadapan dengan kasus-kasus yang ada,” katanya.

Widyastuti menyebutkan kasus penularan virus Corona di Jakarta terus meningakat. Saat ini tercatat 427 pasien positif, 32 orang meninggal, 266 sedang dirawat. Dan 23 orang tercatat sudah sehat dan dibolehkan pulang.

Selain itu Widyastuti menambahkan 106 orang saat ini menjalani karantina mandiri. Sedangkan untuk total pasien dalam pengawasan selama wabah virus corona berjumlah 800 lebih dan orang dalam pemantuan 1.730.(Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.