Aa Gym: Kemuliaan Hati Erick Thohir Tidak Bisa Dihina Oleh Netizen

  • Whatsapp
Bincang Ramadan virtual Aa Gym dan Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: YouTube/Aagym Official.
“Toh saya tidak pernah berpikir jabatan ini tempat basah. Aa tahu sendiri kalau saya lillahi ta’ala saja,”

Kamis 14 Mei 2020 I Pukul 11.42 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan banyak tantangan yang dia hadapi dalam upaya membenahi 142 perusahaan dan 800 anak cucunya.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya di internal Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tetapi juga dari pihak-pihak luar.

Hal ini diutarakan Erick saat ditanya KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym dalam Bincang Ramadan virtual, Rabu (13/05/2020).

“Pak Erick, apa banyak perlawanan saat melakukan perbaikan sistem di BUMN?,” kata Aa Gym.

Erick spontan menjawab, “ada banyak Aa. Bisa dilihat di media terutama netizen, ada pergerakan itu. Mohon maaf, pembusukan-pembusukan dan pressure dari berbagai arah.’

Meski di bully dan ditekan, Erick mengatakan, tetap maju terus. Sebab, amanah yang sudah diberikan Presiden Joko Widodo untuk membenahi BUMN harus dijalankan dengan baik.

Bincang Ramadan virtual Aa Gym dan Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: YouTube/Aagym Official.

“Toh saya tidak pernah berpikir jabatan ini tempat basah. Aa tahu sendiri kalau saya lillahi ta’ala saja,” urai Erick.

“Saya ingat ajaran Aa kalau kursinya mau diambil, ya diambillah, kan masih banyak kursi yang lain. Jangan sampai kursinya dipegangin. Pakai teori tukang parkir lah, banyak mobil tetapi tidak sombong. Ketika diambil tidak marah,” lanjutnya.

Mendengar jawaban Erick, Aa Gym langsung semringah. Dia tidak menyangka Erick masih ingat semua yang diajarkannya jauh sebelum jadi menteri.

“Aa senang Pak Erick masih ingat ilmu yang Aa ajarkan. Intinya pak Erick harus tegar, jangan risau, dan jangan takut. Kemuliaan Erick Thohir tidak akan bisa dihina oleh netizen dengan hinaan sehebat apapun. Semua keburukan akan kembali ke pembuatnya. Ngadulah kepada Allah,” tutur pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini.

Kepadan Aa Gym, Erick mengatakan bukannya dia tidak mau dikritik. Kritik itu harus. Namun, di era digital seperti sekarang ada pergerakan di belakang yang menskenariokan.

“Saya kembalikan semuanya kepada Allah. Jabatan ini kan hanya titipan. Kalau sudah waktunya diambil, enggak apa-apa. Niat saya lillahi ta’ala saja Aa,” tandas Erick. (JPNN/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.