Pahami Islam Menyeluruh Cegah Terorisme

  • Whatsapp

 

By: Dedi Sahputra Napitupulu MPd

Senin 05 April 2021 l Pukul 8:41 WIB

MEDAN, IndoPos86 – Ungkapan bijak Jalaluddin Rumi seorang sufi dan penyair terkenal dari Afganistan (1207-1273 M), mengatakan bahwa “Kebenaran itu ibarat selembar cermin di tangan Tuhan, lalu cermin itu jatuh, dan hancur berkeping-keping. Setiap manusia mengambil serpihan cermin tersebut dan merasa mereka telah mendapatkan kebenaran. Tetapi, saat yang sama manusia lainnya juga mengambil serpihan cermin tersebut”.

Dedi Iskandar Napitupulu Dosen STIT Al-Ittihadiya Labuhan Batu mengatakan kepada redaksi IndoPos86 bahwa dalam memahami Islam tidak bisa tanggung – tanggung atau parsial, harus menyeluruh. Dalam bahasa yang agak keren Islam harus dipahami secara komprehensif.

Akan terjadi banyak kekeliruan jika memahami Islam setengah-setengah. Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surah Al-Baqarah/2: 208, yaitu, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah – langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”, jelasnya.

Lanjut kata Dedi, bahwa Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz menginterpretasikan ayat tersebut diatas sebagai berikut: bahwa Allah memerintahkan seorang hambanya yang beriman agar menerima seluruh syariat Islam dan hukum-hukumnya serta meninggalkan larangaNya dan tidak mencari jalan – jalan setan yang kotor.

Alumni UIN Sumatera Utara dengan prestasi Cumlaude ini juga menyampaikan bahwa ada lima dimensi dalam Agama, yaitu: 1. Ritual terkait dengan upacara – upacara keagamaan, seperti sholat, puasa, zakat, haji dan lain sebagainya, 2. Dimensi Mistikal berhubungan dengan pengalaman – pengalaman keagamaan atau keinginan mencari arti hidup, misalnya dalam terminologi Islam dikenal dengan, tawakkal, takwa dan lainnya, 3. Dimensi ideologikal, yakni berhubungan dengan eksistensi manusia dihadapan Tuhan, misalnya orang Islam menganggap bahwa mereka diciptakan untuk mengabdi kepada Allah dan menjadi wakil Allah di dunia (khalifah), 4. Dimensi Intelektual, yakni berkaitan dengan tingkat pengetahuan seseorang terhadap agama yang diyakininya, 5. Dimensi Sosial berkaitan dengan manifestasi ajaran agama dalam kehidupan sehari – hari yang tercermin dalam perilaku.

Kelima dimensi ini hendaknya dijadikan sebagai visi dari setiap agama termasuk Islam. Agar tidak menggantung sebatas visi, maka lima pilar tersebut mesti diraih semaksimal mungkin dan diaktualisasikan dalam kehidupan oleh semua orang yang beragama. Jika Agama Islam di pahami secara menyeluruh di Indonesia, maka negeri kita akan aman, damai dan terhindar dari pelaku terorisme, pungkas Dedi. (Dedi/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *