80 Juta Bayi di Dunia Terancam Campak dan Polio Akibat Pandemi COVID-19

  • Whatsapp
Ilustrasi, warga membawa bayinya untuk diberikan vaksin saat pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Puskesmas kayu merah, Kabupaten Gorontalo, Selasa (08/03/2019). Foto: Adiwinata Solihin/ANTARA FOTO.
“Gangguan program imunisasi ini menimbulkan ancaman penyakit-penyakit menular yang sebetulnya bisa dicegah dengan vaksin seperti campak,”

Kamis 28 Mei 2020 I Pukul 10.52 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Sebanyak 80 juta bayi di dunia terancam campak dan polio akibat terhentinya program vaksinasi rutin di tengah pandemi COVID-19.

Bacaan Lainnya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, program vaksinasi di 68 negara harus terhenti akibat pandemi. Sebanyak 80 juta bayi yang tinggal di negara-negara tersebut hidup dengan ancaman penyakit menular seperti campak dan polio.

“Gangguan program imunisasi ini menimbulkan ancaman penyakit-penyakit menular yang sebetulnya bisa dicegah dengan vaksin seperti campak,” ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari CNN.

WHO menemukan, ketakutan masyarakat untuk mendatangi fasilitas layanan kesehatan menjadi salah satu masalah besar yang membuat program vaksinasi terhenti. Keengganan tersebut muncul karena rasa takut akan tertular COVID-19.

Selain itu, jumlah petugas kesehatan yang lebih sedikit juga menjadi masalah dalam program vaksinasi saat ini. Banyak petugas kesehatan yang tak bisa bergerak bebas karena beragam aturan pembatasan yang diberlakukan setiap negara. Tak tersedianya alat pelindung diri (APD) yang mumpuni juga menjadi latar belakang terhentinya program vaksinasi.

“Pemberantasan COVID-19 seharusnya tak mengorbankan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore.

Ilustrasi seorang petugas kesehatan sedang menyuntikkan vaksin campak pada seorang bayi. Foto: Dok. Istimewa.

Saat ini, dunia telah mengalami kemajuan jangka panjang untuk melawan sejumlah penyakit menular. Dunia telah memiliki vaksin yang efektif melawan campak, polio, dan kolera yang sebelumnya mewabah di beberapa wilayah.

“Meski kondisi ini [pandemi COVID-19] menghambat pemberian vaksin, tapi imunisasi harus segera dimulai kembali,” tegas Fore.

WHO mencatat, imunisasi campak telah dihentikan di 27 negara. Sementara 38 negara telah menghentikan imunisasi polio.

Pada akhir tahun lalu, WHO mencatat lonjakan kasus campak secara global karena program vaksinasi yang terhambat. Akibatnya, 140 ribu orang di dunia-didominasi oleh kelompok anak-meninggal dunia akibat campak.

Campak sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus dan menyebabkan munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh. Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak-anak.

Hal yang sama juga terjadi pada program vaksinasi polio yang utamanya menyerang kelompok anak. Sebanyak 1 dari 200 kasus polio mengakibatkan kelumpuhan permanen. Pada kasus yang lebih berat, polio dapat memengaruhi kemampuan bernapas dan menelan pada penderita. (CNNIndonesia.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.